Jumat, 31 Mei 2013

BERTEMAN DENGAN JIN.....MUNGKINKAH ?




Oleh  :  pak Agus Balung

Sering kita dengar banyak orang mengatakan bahwa berteman dengan jin itu sah sah saja, boleh saja, toh tak ada satu ayatpun maupun hadist yang melarang pertemanan antara jin dan manusia. Asal satu sama lain saling menghormati, mengapa tidak. Begitu alasan mereka.
Apabila berhubungan dengan sesama manusia hendaknya kita saling menjaga dan saling menghormati, maka dalam berhubungan dengan makhluk lain selain manusia, sesama makhluk Allah, juga hendaknya sama sama saling menjaga dan mengormati.  Begitu pula dengan hubungan pertemanan antara manusia dan jin.  Namun demikian rasanya perlu dikaji sampai sejauh mana manfaat dan mudharatnya pertemanan tersebut.

Sebagaimana yang kita tahu, jin adalah makhluk yang tidak kasat mata. Bila ada orang yang mengatakan bahwa dia bisa melihat jin, itu artinya dia tidak melihat dengan mata fisik seperti halnya kita melihat benda benda disekitar kita.  Sebenarnya lebih tepat kalau kita sebut merasakan keberadaan jin dengan rasa yang tidak menipu dan rekayasa. Yaitu rasa yang polos, jujur, apa adanya pada situasi kejiwaan, pada posisi nol.
Makhluk Allah itu bisa dilihat, bilamana makhluk itu memiliki panjang gelombang dan kepadatan materi tertentu yang membuat mata kita bisa merespon keberadaan makhluk tersebut. Berbeda dengan jin, panjang gelombang dan kepadatan materinya jauh berbeda dengan makhluk makhluk lainya, sehingga mata fisik tidak bisa menangkap keberadaannya.
Bukankah Allah telah berfirman :  Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(QS. Al A’raf 27).

Jin memiliki sifat aktif sebagaimana manusia yang memiliki kehendak dan nafsu tertentu. Salah satu kehendak jin, dalam konteks hubungan antar dimensi adalah menampakkan diri ke dalam wujud fisik sehingga panjang gelombang dan kerapatan materinya bisa tertangkap oleh mata manusia.
Kalau pun ada manusia yang dapat melihat jin, jin yang dilihatnya itu adalah yang sedang menjelma dalam wujud makhkuk yang dapat dilihat mata manusia biasa.   Dalam sebuah hadis, Nabi SAW bersabda, “Setan memperlihatkan wujud (diri)nya ketika aku shalat, namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya hingga kurasakan dingin air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasti kubunuh dia.” (HR Al Bukhari).
Berbeda dengan jin yang dikaruniai mata untuk bisa melihat dunia fisik yang dihuni manusia, manusia secara umum tidak bisa melihat jin, manusia hanya  merasakan keberadaan jin, apalagi berkomunikasi secara intensif dengan jin. Meskipun demikian, manusia manusia juga diberkahi sebuah alat canggih untuk meraba, merasa, menangkap eksistensi yang tidak kasat mata. Alat canggih itu semacam radar yang ditanamkan di otak manusia. Terletak pada sistem limbik dimana di sana juga menjadi pengendali emosional, rasa, batiniah manusia.

Mengapa banyak orang yang ingin berteman dengan jin  ?
Hubungan manusia dengan jin yang ideal adalah hubungan pertemanan, kita bisa meminta mereka untuk melakukan sesuatu dengan sukarela. Bila mereka mau ya monggo namun bila mereka tidak mau ya jangan dipaksa. Kecuali bila jin sudah mengganggu kita, maka manusia wajib untuk mempertahankan diri dan meminta mereka dengan cara yang santun dan beretika
Banyak orang yang ingin berteman dengan jin dengan tujuan memanfaatkan jin untuk kepentingan dia. Antara lain, agar supaya sakti, kebal bacok, bisa meramal, bisa mengobati orang sakit dalam waktu yang amat singkat, supaya cepat kaya, dan banyak macam lagi.
Siapapun orangnya pasti ingin tampil beda dibanding dengan orang lain, siapapun dia pasti pingin sakti, pingin punya kelebihan-kelebihan. Orang yang mempunyai kelebihan dibanding dengan orang kebanyakan pasti akan dihormati orang lain. Orang yang punya kesaktian pasti akan dielu elukan oleh masyarakat sekitar. Itulah sebabnya banyak orang pingin sakti, walaupun dengan jalan berteman dengan jin, yang tentunya diawali dengan ritual ritual tertentu.
Kalaupun toh kita sudah berhasil memetik buah dari pertemanan kita dengan jin, yaitu sakti, maka ingat, suatu ketika kita pun akan ditagih oleh jin upah sebagai balas jasa jin memenuhi keinginan dan nafsu manusia yang minta pertolonganya.
Bukankah Allah telah mengingatkan kita dengan firmanNya  : Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa’ : 60)
Sementara Rasulullah bersabda,  dalam satu hadistnya “Sesungguhnya syetan telah berkata, ‘Wahai Tuhanku, demi Keagungan-Mu, aku akan terus-menerus menggoda hamba-hamba-Mu selama roh mereka berada dalam jasad mereka (masih hidup)…” (HR. Ahmad dan Hakim).

Apa manfaat sebenarnya berteman dengan jin ?
Saudaraku, sebenarnya  tidak ada manfaatnya sama sekali  berkawan dengan jin,  dengan tujuan apapun, tidak ada manfaatnya.  Mau kaya, Jin itu bukanlah pemodal yang memberikan kita uang banyak. Dia justru membuat kita bangkrut karena kita tersandera oleh kesesatan berpikir dan malas berusaha. Mau disukai lawan jenis, Jin itu bukan peƱata rias wajah dan motivator yang bisa menyulap wajah dan kepribadian kita menjadi lebih baik. Malah sebaliknya, wajah kita kusut habis dan kepribadian kita yang sesungguhnya terenggut. Mau berwibawa. Jin itu bukan guru dan pembimbing yang mengajari kita soal kpepemimpinan dan ketauladanan. Sebaliknya dia membuat kita lepas kendali dan melakukan hal-hal yang justeru menjauh dari agama. Mau jadi jawara dan gagah. Jin tak memberi kita ilmu melatih fisik yang benar, sehat dan berkembang. Jin justru menjerumuskan kita pada pola hidup tidak sehat dan mengobarkan api kemarahan dalam diri kita.
Jadi, kalau begitu mengapa sangat bernafsu ingin  berteman dengan Jin. Bila anda ingin coba coba untuk berteman dengan jin dengan tujuan tertentu, maka sebaiknya jangan.  Karena banyak saudara saudara kita  yang sampai saat ini tidak bisa kembali ke dunia normal, sebagaimana kita,  bahkan mati masih dalam pengaruh jin. Mari kita berlindung pada Allah dari hal buruk seperti itu.

Wallahu a’lam bis showab