Kamis, 23 Oktober 2014

MAKAN YANG ISLAMI



MAKAN  YANG  ISLAMI

Oleh :  pak Agus Balung

Diceritakan, iblis la’natullah datang kepada Yahya bin Zakaria. Yahya bin Zakaria bertanya kepada iblis, “Apakah kamu memperoleh dariku sesuatu?
Iblis menjawab, “Tidak kecuali jika didatangkan kepadamu makanan pada malam hari kemudian aku membuatmu bernafsu sehingga kamu makan dengan sangat kenyang kemudian kamu tertidur.
Yahya pun berkata, “Demi Allah SWT saya tidak akan makan sampai kekenyangan untuk selamanya.
Iblis juga berkata, “Demi Allah selamanya aku akan menyuruh anak Adam supaya makan dengan sangat kenyang.


Kisah  tersebut diatas dinukil dari kitab Madaarijus Salikin, memberikan pelajaran penting bagi kita,  saat kita makan.
Yakni, hendaknya kita berhati-hati saat kita makan. Jangan sampai kita terbujuk rayu iblis yang membuat kita  bernafsu untuk melahap makanan sampai kita kekenyangan.

Bila hal ini terjadi bukan hanya akan mengganggu pencernaan dan kesehatan kita, juga menjadikan diri kita dikuasai iblis.
Sebab, perut yang kenyang menjadikan aliran darah semakin terbuka dan membuat iblis leluasa masuk dan menguasai diri kita.
Karena sesungguhnya, iblis itu berjalan di aliran darah manusia. Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya setan itu berjalan pada anak Adam mengikuti aliran darah.   (Muttafaqun ‘alaih).   Akibatnya, menjadikan perut kita sakit.

Selain itu juga membuat kita lalai beribadah kepada Allah SWT. Bahkan, dapat  menjerumuskan kita pada perbuatan maksiat.

Dalam Alquran surah Thaahaa (20) ayat 18,   Allah berfirman,’’ Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah dia.’’

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita menjaga diri dari kekenyangan saat kita makan karena makan sampai kekenyangan bukanlah perilaku seorang Muslim.
Umat Islam  adalah umat yang tidak makan kalau tidak lapar dan tidaklah makan sampai kekenyangan.

Rasulullah bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar, dan jika kami makan maka kami tidak sampai kekenyangan.”
Makan sampai kekenyangan merupakan hal yang diharamkan oleh Allah SWT. Sebab, kekenyangan  merupakan bagian dari perbuatan yang melampaui batas.

Dalam Alquran surah Al-A’raaf (7) ayat 31, Allah berfirman, “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Dalam ajaran Islam, makan dan minum itu sebagai sarana, bukanlah tujuan. Islam mengajarkan, makan dan minum bertujuan menjaga kesehatan badannya. Sebab, dengan badan sehat, umat Islam bisa beribadah kepada Allah secara maksimal.

Umat Islam tidak makan dan minum karena makanan dan minuman serta syahwat keduanya saja. Ia tidak lapar maka ia tidak makan dan jika tidak kehausan ia tidak minum.

Agar tidak kekenyangan saat kita makan, mari kita ikuti petunjuk Rasulullah. ‘’Tidak ada yang dipenuhkan manusia lebih buruk dari perut, cukuplah bagi putra Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalaupun harus makan lebih banyak maka hendaklah sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan. (HR IbnuMajah dan Ibnu Hibban, dan At-Tirmidzi melalui sahabat Nabi Miqdam bin Ma’di Karib).

Wallahu’alam
(Sumber : Republika)